Penggila Bola dari Kranji

Informasi Umum & Sepakbola Dunia

Eksperimen Mourinho Terus Berbuah Kekalahan

Posted by Penggila Bola on 21-Jan-2012

Entrenador Real Madrid, Jose Mourinho pantas mengakui kesalahan dan disalahkan akibat kekalahan pasukannya dari Barcelona 1-2 pada laga El Clasico di Santiago Bernabeu, Kamis pagi WIB, 19 Januari 2012. Karena kekalahan di leg 1 babak perempatfinal Copa del Rey (Piala Raja Spanyol) itu memang buah salah satu eksperimen yang dijalankan Mou.

“Ini jadi tanggung jawab saya. Saya bertanggung jawab atas tim ini, terutama ketika kami kalah. Kemenangan selalu milik semuanya, tapi kekalahan hanya milik saya. Itu tidak apa-apa. Saya menerimanya sebagai bagian dari sepakbola,” kata Mourinho di situs resmi Real Madrid.

Ya, sejak masih membesut Chelsea era 2004-2007 dan Inter Milan (2008-2010), Mourinho memang selalu begitu menyikapi kekalahan timnya. Ia ingin menegaskan untuk mengambil alih tanggung jawab serta memberikan rasa nyaman secara psikis kepada pemainnya yang mengalami kelelahan dan telah berjuang, tapi berujung menuai kekalahan.

Pada laga El Clasico ke-9 sepanjang karirnya ini, Mourinho kembali tidak punya jawaban untuk bisa mengalahkan Barcelona. Sempat unggul melalui Cristiano Ronaldo di menit 11 dan menutup babak pertama dengan kedudukan 1-0, Madrid kebobolan dua gol di babak kedua lewat Carles Puyol dan Eric Abidal. Ini jadi kekalahan kelima Madrid dari Barcelona sejak Mourinho melatih Los Blancos pada 2010 lalu.

Semula Mourinho berharap tim asuhannya bisa mempertahankan kemenangan 1-0 hingga laga usai. Namun, The Special One menilai mental dam konsentrasi Sergio Ramos dan kawan-kawan mulai menurun setelah Barcelona mencetak gol pertama.

“Kami ingin mempertahankan kemenangan 1-0 dan mengurangi kesalahan di babak pertama. Skor 1-0 jadi hasil yang buruk untuk tim tamu, dan kami berharap Barcelona lebih mendominasi dan meninggalkan banyak ruang,” ujar Mourinho.

Eksperimen

Mourinho terus bereksperimen untuk menemukan cara menaklukkan Barcelona. Rambut The Special One semakin memutih karena belum kunjung mampu menemukan kunci untuk mengakhiri dominasi Barcelona.
Mou tahu El Clasico sangat membosankan jika Barca terus dominan. sebaliknya, El Clasico akan sangat menarik jika kedua tim saling mengalahkan.

Formasi 4-3-3 yang dipasangnya pada laga ini menjadi salah satu usahanya. Formasi ini sebenarnya tak mengejutkan karena pernah dipakai Mou pada laga El Clasico sebelumnya. Tapi, memasang Hamit Altintop yang tak pernah bermain menjadi starter di posisi bek kanan adalah hal yang sangat mengejutkan.

Demikian pula ketika Mou memasang Fabio Coentrao sebagai bek kiri. Meski Coentrao terbilang pemain serbabisa untuk dimainkan sebagai bek, gelandang sayap maupun gelandang bertahan.

Opsi untuk bek sebenarnya masih ada jika Mou mau memainkan Marcelo sebagai bek kiri dan menaruh Coentrao berduet dengan Ricardo Carvalho di jantung pertahanan. Atau mengembalikan Sergio Ramos sebagai bek kanan dan memainkan Raul Albiol berduet dengan Carvalho atau Pepe. Duet Carvalho dan Pepe juga terbilang lumayan karena pernah bertandem di tim nasional Portugal.

Tapi, Mourinho lebih tahu dengan kondisi terakhir pasukannya. Ia tak mau mengambil risiko mengembalikan Ramos ke kanan. Karena ia menghendaki agar Ramos tak ikut-ikutan menyerang seperti dahulu ketika ditaruh sebagai bek sayap kanan.

Keputusan Mou memainkan Altintop juga atas alasan ini. Mourinho menghendaki agar empat beknya ini diam di pertahanan dan tak panik ketika diserang Barca. Mou juga kembali menyiapkan Pepe sebagai perisai bagi empat bek ini. Sayangnya, temperamen Pepe menjadi kendala.

Ditambah Lassana Diarra dan Xabi Alonso di tengah, Madrid memang tampil bertahan di Bernabeu, malam itu. Mou hanya mengandalkan Alonso sebagai deep lying playmaker dan roda penggerak tim untuk bertahan dan menyerang. Trio penyerang Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain dan Karim Benzema menjadi eksekutor lewat serangan balik.

Eksperimen ini berjalan dengan baik di babak I. Sayangnya, kedisiplinan bek-bek Madrid menghilang di babak II.
Ramos membiarkan Carles Puyol menyundul bola dengan bebas hasil sepak pojok di menit 49. Eric Abidal juga dibiarkan bebas bergerak di sebelah kanan mengeksekusi umpan manja Lionel Messi, dan mencetak gol kedua yang menghancurkan mental pasukan Putih di menit 77. Untuk menyaksikan gol-gol El Clasico klik di sini!

“Sayangnya, kami kebobolan lewat bola mati. Sebuah tim yang ingin mengalahkan Barcelona tidak boleh kebobolan gol seperti itu. Kebobolan gol setelah babak pertama mempengaruhi psikologis kedua tim. Bagus untuk mereka, tapi tidak bagi kami. Karena mereka berhasil mencetak gol kedua,” ujar Mourinho.

Kiper Iker Casillas juga mengakui timnya tidak tampil maksimal, apalagi soal hasil. Casillas mengaku timnya memang tampil bertahan pada laga ini.

“Pada babak pertama kami telah mencapai apa yang kami mau. Tapi, selanjutnya kami kesulitan untuk mengantisipasi bola-bola mati,” kata Casillas kepada AS.

Problem utama Mourinho sejak menerima tantangan melatih Madrid adalah pertahanan. Sebagai tim dengan tradisi, kultur dan historis menyerang, Madrid tak punya bek-bek tangguh dengan kedisiplinan tinggi.

Mourinho tak punya bek-bek seperti di Inter Milan dahulu. Saat itu, Nerazzurri punya empat bek kelas dunia: Douglas Maicon, Lucio, Marco Materazzi dan Cristian Chivu yang bisa memainkan dengan apik pola pertahanan grendel Italia a la Mourinho.

Bek-bek yang mampu menghadirkan pertahanan kokoh inilah yang sampai sekarang belum ditemukan Mou di tim Madrid. Tak aneh jika rambut pria kelahiran Setubal, Portugal, 48 tahun lalu ini semakin memutih ketika menerima jabatan entrenador El Real. Mengalahkan dan mengakhiri dominasi Barcelona masih jadi PR terbesar Mourinho.

“Kami adalah Real Madrid, tim kuat yang bisa lepas dari semua kesulitan. Kami harus bangkit dan mencari kunci untuk bisa mengalahkan Barcelona. Kami yakin bisa menemukan formula yang pas,” ujar legenda Madrid yang sekarang menjadi Direktur Klub, Emilio Butragueno.

Meski berat, Mourinho memang dituntut terus bereksperimen untuk mencari cara menaklukkan Barca dan membalikkan keadaan di leg 2. El Clasico memang akan terasa semakin membosankan jika Barca terus dominan.

Kado & Rekor Guardiola

Di sisi lain, kemenangan Barca ini menjadi kado terindah ulang tahun pelatih Pep Guardiola. Pelatih kelahiran Santpedor ini memang tepat merayakan ulang tahun ke-41 pada Rabu 18 Januari 2012 malam waktu setempat.

Kendati masih harus melakoni leg penentuan di Camp Nou, Rabu 26 Januari 2012, kemenangan ini tetap menjadi kado terindah bagi Guardiola. Sederet rekor pun turut dicetak pria yang pernah menempati pos gelandang bertahan Barcelona itu.

Seperti dikutip dari Infostrada, Kamis 19 Januari 2012, Guardiola tercatat sebagai pelatih kedua yang memenangi duel El Clasico tepat di hari kelahirannya. Sebelumnya, Bernd Schuster juga mengantarkan kemenangan Madrid di Camp Nou saat menginjak usia 48 tahun pada 23 Desember 2007.

Sebagai pelatih, Guardiola juga menyamai rekor Johan Cruyff dengan mempersembahkan 9 kemenangan Barca atas El Real. Selain itu, Barcelona juga tercatat sebagai satu-satunya klub yang tidak terkalahkan sepanjang tujuh laga tandang di markas Madrid.

Ya, hari ulang tahun ke-41 yang benar-benar spesial bagi pelatih yang sudah mengoleksi 13 trofi bersama Barca itu. Meski demikian, Guardiola selalu menunjukkan kerendahan hatinya tanpa menganggap remeh kekuatan Madrid yang selalu menjadi rival bebuyutan dan abadi bagi raksasa Catalan itu.

“Kami tahu harus mencetak gol dalam laga tadi. Tapi, pertarungan belum berakhir dan Madrid akan tetap berjuang,” ujar Guardiola seusai pertandingan.

Sebelum menjamu El Real di leg penentuan, Barca lebih dulu menyambangi Malaga di pentas La Liga pada awal pekan depan. Guardiola mengingatkan Messi cs untuk mengalihkan konsentrasi sejenak, demi mengejar poin Madrid di puncak klasemen sementara La Liga.

“Ya, lebih baik sekarang kami fokus untuk pertandingan empat hari mendatang,” tegas Guardiola.

Sumber: http://bola.vivanews.com/news/read/281492-eksperimen-mourinho-terus-berbuah-kekalahan1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: