Penggila Bola dari Kranji

Informasi Umum & Sepakbola Dunia

Di Matteo, Bisa Sesukses Hiddink?

Posted by Penggila Bola on 15-Mar-2012

London – Di era Roman Abramovich, hanya Guus Hiddink yang bisa disebut sukses sebagai caretaker Chelsea. Kini Roberto Di Matteo punya kans untuk meniru pendahulunya tersebut.

Akibat ketidaksabaran Roman Abramovich, Chelsea sering kali memecat para manajernya untuk digantikan oleh para cartaker. Namun sejauh ini cuma Hiddink yang punya label berhasil.

Pelatih asal Belanda itu ditunjuk sebagai suksesor Felipe Scolari pada 11 Februari 2009 hingga akhir musim, sementara tetap menjalankan peran sebagai pembesut timnas Rusia.

Hiddink menjalankan tugasnya dengan apik. Ia membawa Chelsea maju ke semifinal Liga Champions, namun secara kontroversial tersingkir oleh Barcelona yang menang agresivitas gol tandang.

Selama tiga bulan menjalankan tugasnya, Hiddink hanya menelan satu kali kekalahan yakni dikalahkan Spurs 0-1. Akan tetapi meski memenangi sisa kompetisi liga, Chelsea tetap gagal juara.

Hiddink menandai hari terakhirnya di Chelsea dengan manis. Ia mempersembahkan trofi Piala FA usai di laga final, pasukannya menang dari Everton. Meski banyak permintaan bagi dia untuk terus bertahan namun Hiddink akhirnya pergi karena memilih berkonsentrasi melatih Rusia.

Sebelum Hiddink, Chelsea pernah menunjuk Avram Grant pada September 2007. Pelatih Israel itu memberikan angin segar dengan membawa Chelsea tak terkalahkan dalam 16 pertandingannya yang kemudian membuat dia dipermanenkan dengan kontrak durasi empat tahun di akhir tahun.

Akan tetapi, Grant tidak mampu memberikan trofi bagi Chelsea. Berturut-turut, ‘Si Biru’ kandas di final Piala Carling, perempatfinal Piala FA dan harus puas finis di belakang Manchester United yang jadi juara Liga Inggris.

Prestasi terbaik Grant terjadi pada April 2008 dengan sukses Chelsea melaju ke final Liga Champions usai mengalahkan Liverpool, sesuatu yang gagal dicapai mereka di bawah Mourinho. Namun, lagi-lagi mereka dipaksa pulang tanpa trofi usai kalah dari MU lewat adu penalti.

Meski punya prospek menjanjikan, Abramovich rupanya tidak terima dengan “nyaris juara”. Hanya berselang beberapa hari setelah kegagalan itu, Chelsea memutuskan kontrak Grant.

Kini datanglah era Di Matteo. Ditunjuk sebagai suksesor sementara Andre Villas-Boas pada 4 Maret lalu, Di Matteo pelan-pelan bisa mengantar Chelsea kembali ke jalur positif.

Di Matteo mengawali rezimnya dengan kemenangan 2-0 atas Birmingham City di FA Cup yang hasil itu meloloskan Chelsea ke perempatfinal. Laga pertamanya di Liga Inggris juga berakhir dengan tiga angka usai menang tipis 1-0 atas Stoke City.

Hasil gemilang teranyar yang diukir Di Matteo terjadi dinihari tadi. Berawal dari kurang difavoritkan usai kalah 1-3 dari Napoli di leg I, Chelsea membalikkan keadaan dengan menang 4-1 di leg II untuk lolos ke perempatfinal Liga Champions dengan agregat 5-4.

Akan tetapi tugas Di Matteo masih jauh dari selesai. Pelatih asal Italia itu masih ditunggu laga-laga berat dalam dua pekan ke depan di mulai dengan melawan Leicester City di babak delapan besar Piala FA, akhir pekan nanti.

Periode tersebut tidak hanya krusial buat Chelsea tapi juga bagi Di Matteo, yang apabila ia berhasil melewatinya dengan bagus bukan tidak mungkin ia akan dipermanenkan di musim depan.

Bisa tiru Hiddink, Di Matteo?

sumber: http://sport.detik.com/sepakbola/read/2012/03/15/115222/1868029/1033/bisa-tiru-hiddink-di-matteo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: