Penggila Bola dari Kranji

Informasi Umum & Sepakbola Dunia

[EURO 2012] Soal Sejarah dan Rivalitas Jerman vs Belanda

Posted by Penggila Bola on 13-Jun-2012

Belanda vs Jerman jadi salah satu rivalitas paling sengit di jagad sepakbola. Sejarah perseteruan kedua negara dimulai sejak Perang Dunia II, berlanjut di 1974 dan akan diteruskan malam nanti.

Untuk kali ke-39 sepanjang sejarah, Belanda dan Jerman akan saling berhadapan. Laga tersebut akan terjadi di Metalist Stadium, Kharkiv, malam nanti dalam lanjutan Piala Eropa 2012.

Pertemuan tersebut diprediksikan berjalan sengit. Bukan saja karena laga tersebut akan menjadi sebuah partai hidup mati buat Belanda — yang sudah kalah di pertandingan pertama– tapi juga terkait sejarah panjang perseteruan kedua negara, yang dimulai sejak puluhan tahun silam.

Di atas lapangan persaingan Jerman-Belanda memuncak di tahun 1974, tepatnya di final Piala Dunia yang tahun itu digelar di Jerman (Barat). Dalam laga puncak yang digelar di Olympiastadion, Munich, Jerman merebut gelar juara dunianya yang kedua setelah menang 2-1.

Tapi yang membuat pertemuan Belanda vs Jerman menjadi sangat panas adalah karena juga banyak dipengaruhi sejarah kedua negara di periode Perang Dunia II. Saat Jerman menginvasi Belanda, ribuan tentara dan warga Belanda tewas. Inilah yang kemudian memicu munculnya sentimen Anti-Jerman di negara tersebut. Final Piala Dunia 1974 adalah pertemuan pertama Belanda dan Jerman pasca PD II. Karenanya tensi laga saat itu sangatlah tinggi.

“Saya tidak menyukai Jerman, saya benci mereka. Mereka membunuh keluarga saya, ayah saya, saudara perempuan saya dan dua saudara laki-laki saya,” seru Wim Van Hanagem, salah satu bek Belanda di final Piala Dunia 1974 seperti dikutip dari BBC.

Saat itu Belanda merasa dicurangi oleh Jerman. Kegagalan jadi juara dunia meski tengah memiliki generasi emas yang dikenal dengan Total Fottball-nya harus tunduk oleh Jerman yang bermain lebih pragmatis.

“Dia (Johan Cryuff) tak mau menjabat tangan saya setelah pertandingan, tapi tiga tahun kemudian kami bertemu dalam sebuah acara dengan sponsor. Dan saat itu dia mengucapkan selamat pada saya. Dia berkata, ‘Saya minta maaf. Kami punya pemain lebih baik, tapi kami kalah,” kisah mantan bek Jerman, Berti Vogts.

Hingga bertahun-tahun kemudian, pertemuan Belanda vs Jerman selalu melibatkan tensi tinggi. Dan 14 tahun setelah Piala Dunia 1974, Belanda akhirnya bisa membalas Jerman. Meski cuma di babak semifinal Piala Eropa, Belanda berhasil menang 2-1, dan ‘Singa Oranye’ akhirnya jadi juara setelah di final menang 2-0 atas Uni Soviet.

Kabarnya, usai menang atas Jerman di babak semifinal, sekitar sembila juta warga Belanda (60% dari total populasinya) turun ke jalan merayakan kemenangan tersebut. “Di tahun 1940 mereka datang! di 1988 kami yang menang,” begitu fans Belanda bernyanyi merakan kemenangan yang didapat.

“Sulit untuk tidak memakai emosi di pertandingan itu (menghadapi Jerman). Sudah jelas, sejarah ikut berperan, sejarah sepakbola dan sejarah itu sendiri. Itulah mengapa pertandingannya begitu penuh tensi. Sudah 60 tahun sekarang (sejak PD II) dan begitulah kondisinya. Anda tak harus membesar-besarkannya. Tingkat emosinya tinggi, tapi ini soal memenangi pertandingan,” ujar mantan striker timnas Belanda Ruud van Nistelrooy.

sumber: http://sport.detik.com/pialaeropa/read/2012/06/13/123607/1940203/514/soal-sejarah-dan-rivalitas-jerman-vs-belanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: