Penggila Bola dari Kranji

Informasi Umum & Sepakbola Dunia

[EURO 2012] Ulas Taktik Spanyol-Prancis: Strategi Tanggung Laurent Blanc

Posted by Penggila Bola on 25-Jun-2012

Tim “Ayam Jago” Prancis gagal mematuk dominasi permainan “Matador” Spanyol. Satu gol di babak pertama, dan satu lainnya di penghujung babak kedua menamatkan mereka di perempatfinal.

Laurent Blanc harus menerima konsekuensi dari keputusan yang dia pilih ketika memaksakan timnya memainkan sepakbola negatif di awal laga. Prancis tersingkir dengan skuad yang sebenarnya punya kemampuan untuk meladeni dengan permainan yang lebih terbuka. Jika pun harus tersingkir, Prancis sesungguhnya bisa tersingkir dengan cara yang lebih baik dari ini.

Prancis yang terlalu menghormati Spanyol

Dihadapkan dengan gaya sepakbola tiki-taka ala Spanyol, semua lawan seakan akan mempunyai ketakutan berlebih untuk meladeninya. Rata-rata tim yang menghadapi Spanyol memilih untuk memainkan anti-teori dari tiki-taka itu sendiri, yaitu sepakbola pasif atau sejenis sepakbola negatif yang memilih untuk menunggu untuk diserang, bertahan dengan sangat rapat, memastikan tidak ada bola yang lolos untuk ditendang lawan dan melakukan serangan balik yang cepat pada saat yang tepat.

Prancis, tim yang juga mempunyai potensi untuk memainkan tiki-taka, walaupun dengan gaya yang agak berbeda, sayangnya tidak berani untuk beradu tiki-taka itu sendiri melawan Spanyol. Prancis terlalu menghormati Spanyol, Prancis terlalu tidak percaya akan kemampuan tim mereka sendiri bahwa mereka adalah salah satu tim di turnamen ini dengan kemampuan menyerang yang baik melalui poros Samir Nasri-Frank Ribery-Karim Benzema, ditopang Alou Diarra dan Yohan Cabaye di lini kedua.

Prancis seakan lupa bahwa negara sebesar Inggris harus sampai memarkir delapan pemainnya di wilayah sendiri hanya untuk tidak kalah dengan jumlah gol yang banyak ketika menghadapi mereka.

Prancis malam tadi tiba-tiba saja mengubah mind set bertanding mereka yang tadinya berfilosofi sepakbola menyerang menjadi tim ultra-defensif nan pasif. Prancis justru bermain sebagaimana Inggris bermain ketika menghadapi mereka. Barikade dua baris garis pertahanan dengan skema serangan balik cepat via Ribery dipilih Blanc untuk melawan Spanyol di menit-menit awal Prancis bermain.

Prancis dengan formasi baru yang tanggung

Sejak laga pertama di EURO 2012, Blanc selalu melakukan perubahan dalam susunan pemain mereka, tidak terkecuali di laga ini.

Untuk pertama kalinya sepanjang turnamen Blanc tidak memasang Diarra dan Nasri di starting eleven. Keduanya adalah penunjang permainan pada sisi berbeda. Diarra adalah jangkar di ruang mesin Prancis bersama Yoan Cabaye. Poros Cabaye-Diarra ini yang memberi kestabilan pada lini tengah Prancis. Job-desk-nya: Cabaye sebagai passer penghubung lini tengah ke lini depan dan Diarra menjaga kedalaman serta melindungi sektor belakang Prancis. Tanpa Diarra, lini tengah Prancis sekan rapuh karena Cabaye sejatinya adalah berposisi sebagai central midfielder. Pemain jenis ini biasanya harus didampingi pemain dengan karakter sedikit “keras” untuk berdiri mengamankan wilayah di sampingnya. Yann M’Vila gagal mengemban tugas menggantikan posisi Diarra di lini tengah.

Di sektor penyerangan, Ribery dan Benzema harus tampil tanpa Nasri. Di tiga pertandingan awal, poros Nasri-Benzema-Ribery adalah poros tiki-taka nya Prancis. Mereka selalu bergerak beriringan sebagai satu unit tim yang menyerang. Hal ini menjadi hilang karena Blanc lebih memilih memainkan full back kanan yang didorong kedepan pada diri Mathieu Debuchy dalam formasi 4-1-4-1.

Pertimbangan Blanc untuk memainkan Debuchy memang masuk akal karena dengan dimainkannya Debuchy maka Prancis bisa memainkan dua orang sekaligus dengan posisi natural sebagai bek di wilayah kanan pada diri Debuchy dan Reveillere. Kalkulasinya mungkin agar bisa menghambat pergerakan para gelandang Spanyol yang agresif dan bisa menghambat bola-bola pantul para pemain Spanyol.

Tetapi pola ini membuat Ribery harus berjuang sendirian menghadapi empat pemain belakang Spanyol tanpa dukungan yang baik sebagaimana ketika Nasri ada di situ. Dengan 4-1-4-1 yang mind set-nya bermain pasif, Prancis menjadi terlihat seperti tim yang tanggung apakah ingin benar-benar bermain bertahan atau menyerang.

Xabi Alonso-Sergio Busquets-Xavi Hernandez

Lini tengah Spanyol tampil brilian pada pertandingan melawan Prancis. Alonso berduet dengan Sergio Busquets untuk menunjang Xavi Hernandez. Xavi yang biasanya memulai konversi serangan dengan meneruskan aliran bola kepada trio lini depan Iniesta, Silva dan Fabregas. Duet Alonso-Busquets hampir tidak pernah bisa ditembus oleh para pemain tengah Prancis walaupun Blanc menumpuk empat hingga lima pemainnya di situ. Hilangnya Diarra ditambah mulai terbukanya lini tengah Prancis di pertengahan babak kedua semakin mempermudah kerja ketiganya.

Dominannya trio Alonso, Xavi dan Busquets tercatat pada touches ball yang mereka produksi. Alonso di peringkat teratas dengan 110 sentuhan, Xavi 96 sentuhan dan Busquets 84.

Dominasi itu semakin terbantu dengan presentase akurasi passing ketiganya yang mencapai angka 93,6 %. Bandingkan dengan poros Ribery Cabaye dan M’Vila yang hanya mampu menghasilkan sentuhan pada bola masing-masing sebanyak 66, 50, dan 65.

Dominasi lini tengah Spanyol yang digalang Alonso, Xavi dan Busquets juga menghasilkan 6 attempts (3 on target), 5 key passes, dan 2 gol. Ini artinya pengaruh ketiganya terhadap permainan Spanyol memang sangat dominan. Penguasaan bola 60% Spanyol melawan 40% Prancis semakin menunjukan dominasi trio ini.

Sadar mesin utama Spanyol ada pada trio ini, Del Bosque tidak mengganti dinamo ini pada opsi pergantian pemain. Del Bosque hanya melakukan penyegaran di lini depan. Lima pemain di lini tengah Prancis malam tadi benar-benar kalah segala-segalanya oleh trio Alonso-Xabi-Busquets.

Gambar di atas menunjukan bahwa area bola sebanyak 52% lebih banyak bergerak di tengah. Pada chalkboard pergerakan pemain Prancis, terlihat area Alonso-Busquets (lingkaran hitam) adalah area kosong yang tidak bisa dimasuki oleh para pemain Prancis.

Gol memanfaatkan through ball

Spanyol mampu membuat lini tengah mereka menjadi lini yang sukar untuk ditembus, ini otomatis membuat kinerja tiga orang di lini depan (Iniesta, Silva, Fabregas di babak I, dan Pedro, Cazorla, Torres di babak II) hanya tinggal berkonsentrasi mencari ruang untuk mencetak gol. Uniknya, dua gol yang terjadi bermula dari proses through ball di sela-sela bek Prancis.

Gol pertama adalah gol yang dimulai pergerakan Jordi Alba di sektor kiri. Menumpuknya lini tengah Prancis (lingkaran hitam) akhirnya mau tidak mau memaksa Spanyol mencari celah penyerangan lewat area kosong di sisi kiri. Iniesta yang melihat ada ruang kosong memberikan through ball (garis merah) kepada Jordi Alba yang berlari (garis kuning). Jordi Alba lalu memberikan umpan crossing yang berbuah gol pertama melalui Xabi Alonso.

Gol kedua Spanyol berproses hampir sama. Cazorla melepaskan through ball (garis hitam) di antara dua bek Prancis. Pedro (garis kuning) berhasil melepaskan diri di kotak penalti Prancis sebelum akhirnya Anthony Reveillere harus melakukan pelanggaran yang berbuah penalti. Alonso, yang sedang melakoni pertandingan internasionalnya yang ke-100, menyempurnakan malam itu dengan mencetak gol kedua Spanyol yang juga gol keduanya di pertandingan itu dengan eksekusi penalti yang manis.

Kesimpulan

Spanyol tampil sempurna pada lini tengah mereka, Prancis terlalu takut untuk tidak meladeni permainan Spanyol dengan permainan terbuka. Prancis kehilangan sosok Diarra di lini tengah. Blanc sadar Prancis ternyata bisa menyerang dengan memasukan Samir Nasri, tetapi keputusan Blanc terlambat. Prancis seperti tim yang tanggung antara Prancis yang ingin bertahan atau Prancis yang ingin menyerang.

==
* Penulis adalah analis dari Pandit Football Indonesia. @riphanpradipta

sumber: http://sport.detik.com/pialaeropa/read/2012/06/24/124032/1949369/514/spanyol-prancis-strategi-tanggung-laurent-blanc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: