Penggila Bola dari Kranji

Informasi Umum & Sepakbola Dunia

Archive for the ‘Sepakbola’ Category

Empat alasan mengapa tak ada yang bisa menghentikan Real Madrid

Posted by Penggila Bola on 05-Jun-2017

Minggu 4 Juni 2017 oleh Joe Walker dari Stadion Nasional Wales

Wartawan Joe Walker, melihat beberapa fitur penting dari sebuah bintang untuk tim Zinéine Zidane yang memuncak dengan mengalahkan Juventus  4-1 di final Cardiff.

 

Pembuatan sejarah ada dalam DNA Real Madrid. Mereka telah merobek-robek buku rekor, memenangkan Piala Eropa ke-12 yang luar biasa dengan kemenangan 4-1 atas Juventus, dalam prosesnya menjadi tim pertama yang mempertahankan piala di era Liga Champion.

1 Madrid selalu mencetak gol

Gol pembuka Cristiano Ronaldo menandai pertandingan ke-65 berturut-turut di mana Madrid telah mencetak gol. Ke depan mereka terlihat tak terbendung. Tidak ada yang bisa mengalahkan ini lebih baik daripada pertandingan pertama mereka pada kompetisi musim ini. Pada saat Sporting menang 1-0 hingga pada menit ke-89 di Bernabeu, namun tampaknya masih ada keniscayaan saat Ronaldo menyamakan kedudukan dengan tendangan bebas yang tak terbendung ke pojok atas. Penggemar dan pemain sama-sama terus mengulang-ulang “el Madrid nunca se rinde” – Madrid tidak pernah menyerah – dan ini menunjukkan hal itu. Mereka berjuang sampai akhir, akhirnya mengalahkan Sporting 2-1, dan itu membuat mereka dalam perjalanan menuju kesuksesan. Mereka selalu menemukan jaring di setiap pertandingan yang dalam perjalanannya menuju kejayaan, dan akhirnya mencetak gol mereka yang dilakukan untuk Juventus.

2 Zinedine Zidane

Ada keraguan seputar orang Prancis saat dia mengambil alih posisi di Madrid. Dia adalah pemain yang hebat, tapi apakah itu akan berpengaruh ke dalam karir kepelatihannya? Jawabannya tegas. Dua kemenangan UEFA Champions League dalam 18 bulan, menyandingkan Liga dan Piala Eropa pertama dalam 59 tahun, dan membuat ruang ganti yang penuh kebahagiaan.

Dia memainkan sepak bola dan telah menunjukkan sisi cerdasnya dengan memutar skuadnya sehingga mereka mencapai akhir musim pada puncaknya. Dia telah menunjukkan fleksibilitas taktis, beralih antara formasi 4-4-2 dan 4-3-3, dan inilah yang telah mendukung tercapainya Undécima dan Duodécima dari Madrid (gelar ke-11 dan ke-12 Liga Champion Eropa).

3 Lini tengah terbaik di dunia?

Beberapa trio lini tengah bisa bersaing dengan Luka Modrić, Toni Kroos dan Casemiro. Hal terbaik tentang mereka adalah cara mereka saling melengkapi. Modrić bermain bersama dengan baik, menghubungkan serangan dan pertahanan dengan sangat terampil. Kroos memiliki ketenangan yang luar biasa dan memiliki jarak yang terjangkau dengan beberapa pemain lainnya. Sementara itu, Casemiro melindungi empat pemain belakang. Dia melindungi mereka dan mengisi saat seperti Marcelo dan Dani Carvajal naik menyerang.

4 Ketika Datang waktunya, datanglah orang itu

Setelah semua itu, Ronaldo hidup kembali saat timnya sangat membutuhkannya di akhir perjuangan. Sebuah hat-trick di leg kedua perempat final melawan Bayern, sementara treble lain melawan tetangga Atlético meyakinkan Real di tempat pertunjukkan mereka pada hari Sabtu lalu.

Tepat saat itulah pemain Portugis berusia 32 tahun itu, memecahkan kebuntuan dan mendapat peran penting untuk membantu Madrid meraih kemenangan. Pemain pertama yang mencetak gol di tiga final Liga Champions UEFA – dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa – juga merupakan orang yang mencetak gol ke-500 Madrid di turnamen tersebut.

Disadur dari: http://www.uefa.com/uefachampionsleague/news/newsid=2476007.html

 

Advertisements

Posted in Sepakbola | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Para Juara Liga Champion dari tahun ke tahun

Posted by Penggila Bola on 05-Jun-2017

Inilah daftar juara liga Champion Eropa dari tahun ke tahun, dimulai dari 1989/1990 saat AC Milan menjadi juaranya.

Posted in Sepakbola | Tagged: , , | Leave a Comment »

Real Madrid Juara Liga Champions!

Posted by Penggila Bola on 05-Jun-2017

Cardiff – Real Madrid tampil sebagai juara Liga Champions 2016/2017 setelah pada laga final mengalahkan Juventus dengan skor 4-1.

Pada pertandingan yang dihelat di Millenium Cardiff, Minggu (4/6/2017) dinihari WIB, Madrid unggul duluan pada menit ke-20 lewat gol Cristiano Ronaldo.

Juventus lantas menyamakan skor enam menit setelah lewat sepakan akrobatik Mario Mandzukic. Tak ada gol lagi tercipta di babak pertama sehingga skor berakhir 1-1.

Madrid tampil trengginas di babak kedua dan menambah tiga gol lewat Casemiro di menit ke-60, lalu gol kedua Ronaldo pada menit ke-64, dan ditutup gol Marco Asensio di menit ke-90.

Laga pun berakhir untuk kemenangan Madrid dengan skor 4-1 dan mereka pun berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions yang direbut musim lalu, sekaligus jadi tim pertama yang melakukannya.

Ini jadi gelar Champions ke-12 sepanjang sejarah Madrid di kompetisi ini atau yang keenam di era Liga Champions.

Sementara Juventus lagi-lagi harus memendam impiannya meraih trofi Liga Champions ketiga mereka. Bagi klub asal Turin itu, ini adalah gelar runner-up ketujuh mereka dari sembilan kali melaju ke final Piala/Liga Champions.
(mrp/nds)

sumber: https://sport.detik.com/sepakbola/uefa/3519416/real-madrid-juara-liga-champions

 

 

Posted in Sepakbola | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Real Madrid dan Sejarah yang Tak Boleh Dilupakan

Posted by Penggila Bola on 07-Mar-2017

Madrid – Sebagai kesebelasan yang berasal dari ibu kota Spanyol, Real Madrid CF tentunya memiliki sejarah yang panjang, baik yang berkaitan dengan sepakbola itu sendiri ataupun tidak.

Jika diurutkan, sudah banyak sekali sejarah yang dicatatkan oleh kesebelasan yang bermarkas di Stadion Santiago Bernabeu sejak 1947 ini. Mereka pernah menjadi kesebelasan pertama yang memenangkan gelar Liga Spanyol dua kali berturut-turut. El Real juga menjadi kesebelasan yang paling banyak meraih trofi Liga Champions, yaitu 11 kali.

Namun, di balik semua sejarah mentereng yang dicatatkan oleh Los Blancos, ada beberapa sejarah kelam yang juga pernah dicatatkan oleh Real Madrid dalam kancah persepakbolaan Spanyol, terutama yang berkaitan dengan diktator Spanyol yang berkuasa pada masa 1930 sampai 1970-an, Jenderal Franco.

Selain Franco, ada juga sejarah lain yang mengikat Madrid dengan Katalunya, pihak yang begitu memusuhi mereka saat ini.

Real Madrid dan Jenderal Franco, Dua Entitas yang Saling Melengkapi

Ada banyak persepsi tentang hubungan antara Jenderal Fransisco Franco Bahamonde dengan Real Madrid. Persepsi ini akan terbentuk sesuai dengan sisi yang Anda pilih dalam laga El Clasico, apakah sisi Madrid atau sisi Barcelona?

Jika Anda memilih sisi Barca, maka persepsi Anda akan dibentuk sedemikian rupa bahwa Jenderal Franco adalah salah seorang diktator yang kejam nan jahat. Ia adalah sosok yang melakukan opresi begitu keras kepada rakyat Katalunya. Pada masa pemerintahannya, rakyat Katalunya dilarang memakai segala atribut yang berbau Katalan, juga dilarang untuk menggunakan Bahasa Katalunya dalam percakapan sehari-hari.

Dengan persepsi seperti itu, jadilah Anda orang yang sebegitu bencinya kepada Jenderal Franco. Franco, dalam benak Anda, mungkin akan dianggap sebagai salah seorang diktator jahat yang selalu berusaha untuk menekan rakyat Katalunya. El Clasico pun akan dianggap sebagai sebuah jalan untuk melawan. Melawan opresi sekaligus melawan kesewang-wenangan.

Tapi jika Anda memilih sisi Madrid, maka Anda akan disuguhkan pemandangan lain. Sebagai kesebelasan yang berasal dari ibu kota Spanyol, juga menjadi pusat kebudayaan Castilian, mereka banyak mendapat berkah dari rezim Franco. Generalissimo (sang Jenderal, sebutan untuk Franco) banyak membantu kesebelasan ini untuk berjaya pada masa 50-an silam.

Salah satu hasil dari kerja tangan Franco untuk Madrid adalah sosok Alfredo Di Stefano. Sosok yang juga menjadi pemantik awal panasnya El Clasico. Perburuan Di Stefano pada era 50-an tersebut, yang juga sempat diburu oleh Barca dan dipertahankan mati-matian oleh River Plate ini, bisa dimenangkan Madrid karena ada campur tangan Franco di sana.

Walau saat saga Di Stefano tersebut FIFA sudah menawarkan jalan tengah (Di Stefano main dua musm di Madrid dan dua musim di Barca), Barca memilih untuk mundur dan akhirnya Di Stefano pun menjadi legenda Madrid. Di Stefano ini pula, selain Jenderal Franco, yang menjadi awal dari munculnya El Clasico.

Namun untuk Franco, Real Madrid bukan hanya sekedar kesebelasan semata. Anggapan yang mengatakan bahwa ia membantu Madrid untuk meraih kejayaan di era pemerintahannya, dari sisi yang lain bisa juga dilihat sebagai upaya dari Franco untuk mendompleng nama Madrid sebagai cara melanggengkan kekuasaannya.

Jadi, sebenarnya Franco dan Madrid adalah dua entitas yang saling melengkapi. Madrid sukses menguasai Liga Spanyol (dan juga meraih trofi Piala Champions) karena Franco, dan Franco dapat melanggengkan kekuasaannya dalam waktu yang lama karena ia mendompleng nama Madrid, salah satu kesebelasan besar Spanyol yang juga menjadi pencetus berdirinya La Liga Primera Division Spanyol bersama Athletic Bilbao dan Barcelona.

Madrid dan Katalan yang Seharusnya Berujung Ucapan Terima Kasih

Selain sejarah kelam yang berkaitan dengan Jenderal Fransisco Franco, ada juga sejarah lain yang tidak boleh dilupakan oleh Real Madrid dan juga pecinta sepakbola Spanyol yang lain. Real Madrid didirikan oleh dua orang kakak-beradik pebisnis yang berasal dari Katalunya.

Pada 1902 silam, dua pebisnis yang sedang merantau ke Madrid dari Katalunya, Juan Padros Rubio dan Carlos Padros Rubio, mendirikan sebuah kesebelasan bernama Madrid Football Club, pengembangan dari Football Club Sky yang dibentuk oleh para akademisi dan mahasiswa Institucion Libre de Ensenanza pada 1897. Juan Padros, yang juga merupakan orang asli Katalan (ia lahir di Barcelona pada 1 Desember 1869) menjadi presiden pertama dari Madrid Football Club, cikal bakal Los Blancos masa kini.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 1904, posisinya digantikan oleh saudaranya, Carlos Padros Rubio. Dua orang inilah yang berjasa untuk mengembangkan Football Club Sky, kesebelasan yang menjadi cikal bakal sebuah kesebelasan masa kini yang berlambangkan mahkota dan memakai warna putih sebagai warna dominan dalam seragamnya, kesebelasan yang bernama Real Madrid.

Dengan adanya campur tangan dari orang Katalan dalam membentuk Real Madrid ini, seharusnya ada sebuah ucapan terima kasih, baik itu dari Katalunya sendiri dan juga pihak dari Castilian, Real Madrid. Lagi pula, sebelum Franco berkuasa, hubungan Castilian dan Katalan, serta hubungan Castilian dengan etnis-etnis lain, seperti Basque, baik-baik saja.

Namun memang semua berubah sejak zaman Jenderal Franco berkuasa. Sejarah ini, yang juga sebenarnya merupakan sebuah pengingat di kala hubungan Katalan-Castilian memanas sedemikian rupa, kerap kali terlupakan.

Terkadang, perasaan marah dan kesal karena tertekan oleh sesuatu bisa mengaburkan sisi baik yang ada dari sesuatu tersebut.

**

Real Madrid memang akan sulit lepas dari stigma tentang kesebelasannya Jenderal Franco. Itu adalah sejarah yang tak bisa dihilangkan karena pernah terjadi dan banyak literatur yang membahasnya. Tapi sejarah juga mencatat bahwa Madrid dan Katalan pernah berhubungan baik, dan ini juga adalah sejarah yang tidak boleh dilupakan.

Sejarah tidak melulu berisikan peristiwa manis dan indah. Sejarah juga acap kali berisikan sesuatu yang kejam dan pahit. Yang bisa dilakukan oleh generasi sekarang adalah berdamai dengan sejarah tersebut, mengilhami dan meresapinya sebagai bahan perenungan agar kesalahan-kesalahan masa lampau tidak terjadi lagi di masa kini.

Jangan sekali-kali melupakan sejarah! (raw/raw)

 

Sumber: https://sport.detik.com/aboutthegame/football-story/d-3440013/real-madrid-dan-sejarah-yang-tak-boleh-dilupakan

 

 

Posted in Sepakbola | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Serba serbi El Clasico Sepanjang masa

Posted by Penggila Bola on 01-Apr-2016

El ClasicoEl Clasico (bahasa Inggris: The Classic; juga dikenal sebagai El Derbi Espanyol atau El Classic) adalah nama umum yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara FC Barcelona dan Real Madrid. Pertemuan mereka terjadi setiap tahun sebagai bagian dari kompetisi La Liga Spanyol, dengan maksimum sembilan pertandingan tahun, dengan dua tambahan di Copa del Rey, Liga Champions, dan Supercopa de Espana, dengan kemungkinan lain dalam Piala Super UEFA dan Final Liga Champions. Kedua klub ini adalah klub-klub yang paling mengikuti pertandingan sepak bola di dunia, disaksikan oleh ratusan juta orang.

Persaingan itu muncul dengan sejarah bahwa Madrid dan Barcelona adalah dua kota terbesar di Spanyol, dan dua klub adalah klub sepakbola paling berhasil dan berpengaruh di negeri ini. Dalam pertandingan resmi yang diakui FIFA, Barcelona telah meraih 83 Trofi sedangkan Real Madrid telah meriah 79 Trofi. Mereka kadang-kadang diidentifikasi dengan lawan posisi politik, dengan Real Madrid yang mewakili bangsa Spanyol dan Barcelona yang mewakili bangsa Catalan.

 

  • El Clasico pertama digelar di stadion Hippodromo Madrid pada 13 Mei 1902. Barca kala itu menang 3-1 atas Madrid. Pada partai pertama tersebut gol-gol Barcelona dicetak oleh Udo Steinburg dan dua gol Joan Gamper, gol Madrid oleh Arthur Johnson.
  • Pada semi final Copa del Generalisimo tahun 1942-43, Real Madrid menang dengan agregat 11-2 yang merupakan rekor gol agregat
  • Top Skorer El Clasico sepanjang masa dengan total 21 gol adalah Lionel Messi dari Barcelona yang memecahkan rekor jumlah gol Alfredo Di Stefano dari Real Madrid dengan 18 gol pada pertandingan El Clasico episode ke-227.
  • Alfonso Albeniz menjadi pemain pertama yang pindah dari Barcelona ke Real Madrid pada bulan Mei 1902. Pemain pertama yang pindah dari Real Madrid ke Barcelona adalah Luciano Lizzaraga pada tahun 1905
  • Josep Samitier (Barcelona) adalah pemain pertama yang mencetak 4 gol di el clásico pada kemenangan 5-1 di April 1926, sejak itu pemain lain pencetak quadruple adalah Ildefonso Sanudo (Madrid) menang 8-2 (1935), Marti Ventolra (Barcelona) menang 5-0 (1935), pemain lain pencetak quadruple adalah Barinaga (Madrid) menang 11-1 (1943), Eulogio Martinez (Barcelona) menang 6-1 (1957)
  • Benzema dari Real Madrid mencetak gol tercepat di el clásico hanya dalam 22 detik pada el clásico 10 Desember 2011, selain Benzema, Enrique Mateos dan Giovanni dari Madrid dan Francisco Carrasco dari Barca juga mencetak gol sebelum menit pertama
  • Michael Laudrup membawa Barca menang 5-0 di el clásico tahun 1994, dan membawa Madrid menang 5-0 di el clásico tahun 1995. Michael Laudrup juga menjadi satu-satunya pemain yang berhasil meraih 5 gelar la liga berturut-turut dengan 2 klub berbeda
  • Fernando Hierro (Real Madrid) adalah pemain yang paling banyak mendapat kartu dalam sejarah El Clasico dengan 18 kartu (17 kartu kuning + 1 kartu merah)
  • Pemain Real Madrid, Manuel Sanchís telah tampil sebanyak 43 kali dalam laga El Clasico. Jumlah ini adalah yang terbanyak dari pemain lainnya sepanjang sejarah pertemuan kedua tim sedangkan gelandang Barcelona Xavi Hernández adalah pemain masih aktif yang tampil terbanyak yaitu 41 kali dan Lionel Messi dari Barcelona adalah pemain asing yang tampil paling banyak di partai El Clasico sebanyak 29 kali
  • Hingga partai El Clasico yang ke-229 disemua kompetisi pada tanggal 25 Oktober 2014, Madrid masih unggul dalam hal jumlah kemenangan. Madrid menang 92 kali, sedangkan Barca menang 89 kali. Sisanya imbang sebanyak 48 kali.

 

 

sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/El_Cl%C3%A1sico

Posted in Sepakbola | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Daftar Juara Liga Sepakbola di Inggris

Posted by Penggila Bola on 07-May-2014

Daftar Juara Sepakbola Inggris 001
Daftar Juara Sepakbola Inggris 002
Daftar Juara Sepakbola Inggris 003
Daftar Juara Sepakbola Inggris 004
Daftar Juara Sepakbola Inggris 005
Daftar Juara Sepakbola Inggris 006

Posted in Sepakbola | Tagged: , , , , | 1 Comment »

Rekor-rekor Buruk MU di Tangan Moyes

Posted by Penggila Bola on 23-Apr-2014

david moyes_0Belum semusim di Manchester United, David Moyes sudah mencatatkan banyak rekor. Namun, torehan-torehan yang dibuat pria 50 tahun itu bukan dalam hal yang oke, sebaliknya justru memberi cela dan menorehkan cacat.

Ditunjuk langsung oleh Sir Alex Ferguson dan disodori kontrak jangak panjang enam tahun, Moyes sebenarnya mengawali kerja di Old Trafford dengan hasil baik. Dia memberi Wayne Rooney dkk trofi Community Shield setelah mengalahkan Wigan Athletic 2-0.

Namun itu ternyata menjadi satu dari sedikit momen indah yang dirasakan MU bersama Moyes. Karena setelah itu ‘Setan Merah’ lebih banyak dirundung kekecewaan karena serangkaian kekalahan dan statistik-statistik buruk.

Wayne Rooney dkk terlalu mudah kalah di musim ini, bahkan oleh tim yang bukan berstatus ‘Big Four‘. Old Trafford juga kehilangan keangkerannya karena mereka enam kali kalah di Theater of Dreams.

Berikut rekor dan catatan buruk Moyes di MU, seperti dikutip dari Daily Mail:

  • Kekalahan pertama atas Stoke City sejak 1984 (skor 1-2).
  • Kekalahan kandang pertama atas West Bromwich Albion sejak 1978 (skor 1-2).
  • Kekalahan kandang pertama atas Newcastle United sejak 1972 (skor 0-1).
  • Kekalahan kandang pertama atas Everton sejak 1992 (0-1).
  • Kekalahan kandang pertama atas Swansea (skor 1-2 di Babak Ketiga Piala FA).
  • Tiga kekalahan kandang beruntun pertama sejak 2001.
  • Kali pertama sejak 1995 MU gagal lolos ke Liga Champions
  • Kali pertama sejak 1992 MU kebobolan di menit pertama. Edin Dzeko melakukannya saat MU kalah 0-3 atas Manchester City di Old Trafford.
  • Dengan hanya ada empat pertandingan tersisa di musim ini, MU dipastikan menyudahi musim dengan nilai terburuk sejak 1992.
  • Sudah enam kali kalah di kandang, ini merupakan rekor home terburuk ‘Setan Merah’ dalam lebih dari satu dekade terakhir.
  • Untuk kali pertama sejak era Premier League dimulai, Everton, Manchester City dan Liverpool bisa meraih kemenangan tandang dan kandang atas MU.
  • Bersama Moyes, MU tersingkir di babak ketiga Piala FA musim ini. Padahal selama 26 tahun Sir Alex Ferguson bertugas, cuma sekali The Red Devils rontok di fase tersebut.

 

Sumber: http://sport.detik.com/sepakbola/read/2014/04/22/160628/2562128/72/1/rekor-rekor-buruk-mu-di-tangan-moyes

Posted in Sepakbola | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

MU Pecat Moyes

Posted by Penggila Bola on 23-Apr-2014

moyes1Manchester – Kebersamaan David Moyes dengan Manchester United tak sampai semusim. Manajemen The Red Devils secara resmi telah memberhentikan mantan manajer Everton itu.

“Manchester United dengan ini mengumumkan David Moyes telah meninggalkan klub. Pihak klub berterimakasih atas kerja keras yang telah dilakukan, kejujuran dan integritas yang dia bawa ke klub ini,” demikian pernyataan The Red Devils melalui situs resminya, Selasa (22/4/2014) siang WIB.

Keputusan pemecatan Moyes diambil setelah Wayne Rooney dkk. menelan kekalahan atas Everton di akhir pekan lalu. Pria asal Skotlandia itu mulai melatih MU di awal musim ini, menggantikan Sir Alex Ferguson yang memutuskan pensiun.

 

sumber: http://sport.detik.com/sepakbola/read/2014/04/22/144602/2561985/72/mu-pecat-moyes

 

Posted in Sepakbola | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

13 Kesalahan Besar Moyes di MU

Posted by Penggila Bola on 22-Apr-2014

David MoyesManchester – Kiprah David Moyes sebagai pelatih Manchester United diyakini tinggal menghitung hari dan akan dipecat dalam waktu dekat ini. Mantan pelatih Everton ini baru diangkat menggantikan Alex Ferguson musim panas tahun lalu, tapi ia justru membawa Setan Merah terpuruk ke dalam salah satu periode terburuk sepanjang sejarah klub itu.

 

 

 

Berikut ini 13 kesalahan besar yang dilakukan Moyes dalam kiprahnya yang amat singkat di Old Trafford.

1. Sapu Bersih Staf Pelatih

Ia tak mempertahankan seorang pun anggota staf pelatih Alex Ferguson. Sapu bersih ini membuat tak adanya kesinambungan dalam kepelatihan saat Moyes mengambil alih. Ini sangat krusial karena Mike Phelan dan Rene Meulensteen adalah yang bertanggung jawab melatih para pemain setiap hari.

2. Gagal di Bursa Musim Panas

Gagal memperkuat tim di bursa transfer musim panas. Klub-klub seharusnya membeli pemain saat mereka berada di puncak. Roberto Mancini melakukan kesalahan dengan tak melakukan ini setelah sukses membawa Manchester City menjuarai Premier League pada 2012 dan kini Moyes melakukannya musim panas lalu. Ini memungkinkan rival-rival MU mencuri start di awal musim.

3. Strategi Keliru Soal Fellaini

Membuang uang 27 juta poundsterling untuk membeli Marouane Fellaini. Bukannya membeli Fellaini sebelum klausul pelepasannya berakhir, Moyes menunggu hingga saat-saat terakhir di bursa transfer untuk memboyongnya ke Old Trafford. Ini memberi kesan pembelian panik dari seorang pelatih yang gagal mendapatkan semua target utamanya. Lebih dari itu, Moyes terkesan tak tahu di mana harus memainkan gelandang asal Belgia yang bersinar di bawah asuhannya di Everton itu. Fellaini menjadi lelucon, mewakili semua kekeliruan MU di era Moyes.

4. Menunda Peremajaan

Gagal memulai pembersihan para pemain veteran MU. Ini tindakan yang seharusnya segera dilakukan. Terlepas dari sukses MU menjuarai Liga Primer Inggris musim lalu, para pemain seperti Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Patrice Evra, Ryan Giggs, dan Michael Carrick harus digantikan. Proses ini seharusnya dimulai musim panas lalu untuk memudahkan proses trransisi.

5. Terbuai Mimpi

Membuang banyak waktu untuk memburu target impian seperti Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo. MU tak akan pernah bisa mendapatkan Bale begitu Real Madrid serius menginginkan pemain itu dan Ronaldo masih terlalu jauh dari jangkauan mereka. Tapi, mereka membiarkan diri ditolak oleh kedua pemain itu dan ini mejatuhkan reputasi klub.

6. Terlalu Banyak Berlari

Tak bisa mendelegasikan tugas di tempat latihan. Berbeda dengan Ferguson, yang menjauhi kegiatan melatih sehari-hari, Moyes justru melibatkan diri sepenuhnya. Tapi, hal ini tak berpengaruh bagi para pemain MU yang terbiasa mendengar suara berbeda di tempat latihan dan saat pertandingan. Konsekuensinya, Moyes tak bisa memberi pengaruh apapun saat pertandingan karena para pemain telah terbiasa mendapatkan arahan darinya saat latihan.

7. Tak Disukai

Gagal mendapatkan dukungan dari para pemain senior. Moyes tak pernah bisa merebut hati para pemain senior MU dan mereka semua mengeluhkan metode latihannya, bahkan sejak sebelum hasil-hasil yang diraih seburuk sekarang. Ryan Giggs telah berulang kali melontarkan kritik di ruang ganti meski pihak MU selalu membantah isu ini.

8. Mengubah Gaya

Mengubah gaya menyerang dan mentalitas MU. Filosofi Setan Merah di bawah asuhan Ferguson adalah menyerang lawan. Ferguson tak terlalu mengkhawatirkan cara mengatasi kekuatan lawan karena ia tahu pasukannya lebih baik. Moyes tak melanjutkan ini dan MU minim kepercayaan diri dan keyakinan di bawah asuhannya. MU di bawah asuhan Moyes terkesan puas dengan hanya berusaha menahan gempuran lawan. Pendekatannya terlalu konservatif. Lihat saja permainan negatif MU di kandang saat melawan Bayern Muenchen di Liga Champions.

9. Buruk di Kandang

Old Trafford kehilangan keangkerannya. Konsekuensi yang paling jelas dari perubahan gaya MU di bawah asuhan Moyes adalah anjloknya rekor kandang mereka. Begitu tim-tim lawan melihat betapa mudahnya tim sekelas West Bromwich Albion mengalahkan MU di Old Trafford, mereka tak lagi takut terhadap Setan Merah. Semua tim kini yakin mereka akan punya peluang melakukan hal yang sama jika mereka menyerang MU. Sialnya, MU tak tahu cara merespons situasi ini dan bukan kebetulan jika mereka punya catatan tandang yang lebih baik musim ini karena di kandang lawan mereka tak mendapat tekanan untuk menyerang.

10. Membeli Mata Terlalu Mahal

Membeli Juan Mata Januari lalu dengan harga 37 juta poundsterling. Ada kegembiraan berlebihan saat MU berhasil mendatangkan Juan Mata di  bursa transfer musim dingin. Padahal, mereka membayar rekor transfer termahal untuk seorang pemain yang hanya menjadi cadangan di Chelsea di saat mereka sudah memiliki salah satu pemain nomor 10 terbaik di Premier League dalam sosok Wayne Rooney. Pembelian Mata memberi kesan MU tak membuat pertimbangan yang matang.

11.  Tak Punya Visi yang Jelas

Minim visi dan filosofi sepakbola. Lihatlah pelatih Everton, Roberto Martinez, dan pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, saat mereka beraksi. Akan terlihat betapa mereka memiliki visi yang jelas mengenai bagaimana mereka ingin tim asuhan mereka bermain. Kini, hingga memasuki akhir April, tak seorang pun yang bisa melihat apa yang direncanakan Moyes untuk MU. Moyes hanya mencampuradukkan segalanya dengan harapan sesuatu yang membuahkan hasil.

12. Gagal Menginspirasi

Dengan menonton penampilan MU, akan terlihat jelas bahwa Moyes tak bisa menginspirasi para pemainnya. Kemenangan mereka atas Arsenal di Old Trafford merupakan satu-satunya catatan sukses melawan tim-tim 6 Besar. Bukan hanya itu. MU terlihat amburadul dalam sebagian dari pertandingan melawan tim-tim papan atas ini, terutama melawan Manchester City di kandang dan saat tandang, melawan Liverpool di kandang, dan menghadapi Everton saat tandang.

13. Mengecewakan Penggemar

Moyes juga gagal menginspirasi para penggemar MU. Roberto Martinez mampu memunculkan sisi positif, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun dan itu mengangkat keyakinan publik. Sebaliknya, Moyes terlihat mengecewakan seperti yang diakuinya setelah kekalahan MU dari City.

MIRROR | A. RIJAL

 

 

Sumber: https://id.olahraga.yahoo.com/news/inilah-13-kesalahan-besar-moyes-di-mu-224342783–spt.html

Posted in Sepakbola | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Trofi ke-19 Madrid di Copa del Rey

Posted by Penggila Bola on 17-Apr-2014

real madrid juara copa del rey 2014Valencia – Keberhasilan Real Madrid memenangi partai final Copa del Rey musim ini membuat mereka sudah mengumpulkan 19 trofi di kompetisi ini. Tapi Barcelona masih jadi tim yang paling sering juara.

Pada laga final yang dihelat di Mestalla Stadium, Kamis (17/4/2014) dinihari WIB, Madrid unggul lebih dulu berkat gol Angel Di Maria di babak pertama yang bertahan hingga jeda.

Di babak kedua Barca menyamakan kedudukan lewat Marc Bartra sebelum gol Gareth Bale di lima menit akhir pertandingan membawa Madrid menang dengan skor 2-1.

Kemenangan ini pun mengulang pencapaian Madrid di final 2011 di mana mereka juga mengalahkan Barca. Kala itu gol tunggal Cristiano Ronaldo di masa perpanjangan waktu jadi pembeda antara kedua tim.

Sekaligus juga membayar kekecewaan musim lalu kala dikalahkan Atletico Madrid di final dengan skor 1-2.

Selain itu trofi Madrid di Copa del Rey pun bertambah menjadi 19 buah setelah pertama kali jadi juara di tahun 1905. Tapi raihan trofi Madrid masih jadi ketiga terbaik, di bawah Barca dan Athletic Bilbao.

Bilbao sendiri sudah mengumpulkan 23 trofi tapi terakhir kali jadi juara di musim 1984, sementara Barca punya 26 trofi dengan yang terakhir direbut pada tahun 2012.

 

Daftar Lima Besar Juara Copa del Rey

26 – Barcelona
23 – Athletic Bilbao
19 – Real Madrid
10 – Atletico Madrid
7 – Valencia

 

sumber: http://sport.detik.com/sepakbola/read/2014/04/17/051436/2557688/75/trofi-ke-19-madrid-di-copa-del-rey-barca-masih-terbanyak

Posted in Sepakbola | Tagged: , , , , | 2 Comments »

 
%d bloggers like this: